weekly Tausiyah Hijabers Malang :) “Kaidah Halal Haram”


hari ini seperti minggu pagi yang cerah sebelum-sebelumnya, Hijabers Malang mengadakan Tausiyah/ Pengajian rutin bersama ustadzah Maya.. Ustadzah favoritku🙂
Dalam tausiyah kali ini mengangkat topik “Batasan Seorang Muslimah dalam Berhias”

Ustadzah Maya membawa sebuah buku karangan Ulama Yusuf Qardhawi dengan judul Halal dan Haram.  Sebelum beliau bercerita tentang batasan muslimah berhias beliau menegaskan tentang Kaidah Pentingnya Halal dan Haram. Ada 10 Kaidah yang harus dipahami dan diresapi oleh kita sebagai makhluk ciptaan Allah agar kita tidak mengeluh mengapa Allah membuat aturan-aturan yang “kita rasa” sering memberatkan kita.

Benar bukan? pasti pernah sesekali di benak kita terlintas, mengapa sesuatu yang kita senangi dan yang enak-enak itu diharamkan oleh Allah dan sebagainya..
dan inilah jawabannya, sebenarnya tidak banyak yang diharamkan oleh Allah..

let’s see🙂

1. SEGALA SESUATU itu asalnya MUBAH (BOLEH) Kecuali ada hukum yang melarang atau mengharamkannya🙂 hal ini berkebalikan dengan IBADAH

IBADAH pada dasarnya TIDAK BOLEH kecuali ada hukum yang memerintahkan atau mewajibkannya..
jadi beribadahlah sesuai apa yang diperintahkan, jangan mengada-ngada dalam ibadah (bid’ah).

dari pernyataan di atas saja bisa dilihat, sebenarnya lebih banyak yang diperbolehkan daripada yang dilarang.

2. Yang berhak meng-halal/ haramkan sesuatu itu hanya Allah, hal ini berarti akan menggambarkan seberapa besar ketaatan kita kepada Allah.🙂

3. Mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram
bahaya dosa jika melakukan hal ini adalah sama dengan dosa syirik, dikarenakan kembali pada poin ke 2. yang berhak menghalal/haramkan sesuatu adalah Allah, jika kita merubah hukum sesuatu sama saja kita tidak mempercayai Allah (bahaya syirik)

4. Mengharamkan yang halal pasti akan menimbulkan KERUSAKAN
Allah mengharamkan sesuatu pasti hal tersebut  membawa mudhorot/ kejelekan, begitu pula sebaliknya
Allah menghalalkan sesuatu pasti hal tersebut membawa banyak manfaat bagi kita.
ALLAH TAHU MANA YANG TERBAIK BUAT KITA🙂

5.  Yang halal tidak memerlukan yang haram
Yang haram tidak memerlukan yang halal.
misalnya: Allah mengharamkan UNDIAN dan menghalalkan sholat istikhoroh untuk mengambil suatu keputusan. Jadi kita tidak perlu melakukan lagi yang haram, yang halal sudah cukup🙂

6. Hal apapun yang menyebabkan HARAM itu HARAM
misalnya saja: Allah mengharamkan hubungan sex sebelum menikah (maksiat)  maka hal yang bisa memicu kepada hal itu juga haram, misalnya berkholwat,🙂
mari kita perbaiki diri bersama.

7. Bersiasat untuk melakukan perbuatan haram itu HARAM
misalnya menyiasati suatu dosa dengan nama-nama yang lebih baik sehingga menutup-nutupi kalo hal itu mulanya dilarang.
misalnya: diharamkan mencukur alis, siasat: tidak mencukur alis tapi menjabut dan merapikan alis..🙂

8. Niat yang baik TIDAK BISA menghalalkan yang haram

9. Menjauhkan yang subhat (penuh keraguan) agar tidak jatuh pada keharaman.

10.  Haram itu berlaku untuk semua orang, tidak mengenal kasta, status sosial, semua orang memiliki hukum beragama yang sama.

sekian..
smoga kita selalu bisa berbaik sangka terhadap agam kita agar kita senantiasa selalu kenal dekat dengan agama kita..
semoga setiap hari selalu dilimpahkan nikmat memperbaiki diri
🙂

2 thoughts on “weekly Tausiyah Hijabers Malang :) “Kaidah Halal Haram”

  1. Hartoto says:

    Amin. Alhamdulillah… belajar agama benar benar membuat hati kita tenang.
    Ini mungkin salah ketik ya:
    – ALLAH MANA YANG TERBAIK BUAT KITA🙂 ==> ALLAH TAHU MANA YANG TERBAIK BUAT KITA🙂
    – Allah mengharamkan hubungan sex sebelum zina (maksiat) ==> sepertinya kurang sreg, mungkin maksudnya Rizka “Allah mengharamkan hubungan sex sebelum NIKAH (zina/maksiat)”

    Ini untuk vitamin biar semangat untuk kajian:
    “Demi Masa. Sesungguhnya semua manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, orang yang saling berwasiat dalam kebaikan dan orang-orang yang saling berwasiat dalam kesabaran.” (al Ashr: 1-3)

    “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” (Shahihul Jami’ 3913)

    “Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS.Al Mujadalah: 11)

    “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan niscaya akan dipahamkan tentang masalah agama”. (Shahihul Jami’ Al Albani:6612)

    “Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga”. (HR. Muslim)

    “Perumpamaan apa yang aku bawa dari petunjuk dan ilmu adalah seperti air hujan yang banyak yang menyirami bumi, maka di antara bumi tersebut terdapat tanah yang subur, menyerap air lalu menumbuhkan rumput dan ilalang yang banyak. Dan di antaranya terdapat tanah yang kering yang dapat menahan air maka Allah memberikan manfaat kepada manusia dengannya sehingga mereka bisa minum darinya, mengairi tanaman dengannya dan bercocok tanam dengan airnya. Dan air hujan itu pun ada juga yang turun kepada tanah/lembah yang tandus, tidak bisa menahan air dan tidak pula menumbuhkan rumput-rumputan. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan orang yang mengambil manfaat dengan apa yang aku bawa, maka ia mengetahui dan mengajarkan ilmunya kepada yang lainnya, dan perumpamaan orang yang tidak perhatian sama sekali dengan ilmu tersebut dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” (HR. Al-Bukhariy)

    Tidaklah duduk suatu kaum berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat mengelilinginya, rahmat menyelimutinya dan turun kepada mereka ketenangan, serta Allah memujinya di hadapan makhluk yang berada di sisinya. [Riwayat Muslim, no. 6795 dan Ahmad]

    “Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatat sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Ali Imran: 8)

    “Sesungguhnya engkau tidak bisa memberikan petunjuk kepada siapa saja yang engkau cintai, dan akan tetapi Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” (Al Qashash: 56)

    Semangad ! Insya Allah….

  2. rizka says:

    hahahha
    iya mas, maksud kalimatku di ctetan ngajiku ya itu..
    tapi knapa ak ngetiknya begono yaa..
    wkwkw
    nge blog nya sudah malam jdi ngantukk🙂
    sudah ta edit..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: