Journey of Al-isra’ and Al-Mi’raj our prophet Muhammad SAW


BMEkmh7CQAAuA0s

Journey of Al-isra’ and Al-Mi’raj itu terdiri dari dua tahapan: satu tahapan mendatar (horisontal), sedangkan satunya lagi adalah tahapan vertikal ke langit ketujuh. Tahapan mendatarnya diceritakan di dalam surah al-Isrâ’ ayat pertama:

“Glory be to Him Who made His servant (Prophet Muhammad) to go on a night from the Sacred Mosque (Masjid al-Haram) to the Farthest Mosque (Masjid al-Aqsa) of which We have blessed the precincts, so that We may show to him some of Our signs; surely He is the Hearing, the Seeing.” (Qur’an, 17:1)

:’)
HR al-Bukhari (3207).
Dari Anas bin Malik, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Aku didatangi mereka (malaikat), kemudian mengajakku ke Sumur Zam Zam. Lalu dadaku dibedah, kemudian dibasuh dengan Air Zam Zam. Lalu aku dikembalikan.”

Anas bin Malik
bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau Ka’bah) antara tidur dan jaga”, kemudian beliau menyebutkan tentang seorang lelaki di antara dua orang lelaki. “Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam, kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq.

HR Ibnu Majah (3479),
Kitab Pengobatan, Bab Bekam. Disahkan al-Albani dalam Shahih al-Jami` (II: 5671), dan Takhrij al-Misykat (4544).
Dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: “Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali tiap mereka berkata kepadaku: Wajib bagimu wahai Muhammad untuk berbekam.”

Selanjutnya mengenai Mi’raj diceritakan pada surah an-Najm 14-18:
(14) (yaitu) di Sidratil Muntaha. (15) Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (16) (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. (17) Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. (18) Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. an-Najm: 14-18)

Langit Ke-1: Nabi Adam
Langit Ke-2: Nabi Isa dan Nabi Yahya
Langit Ke-3: Nabi Yusuf
Langit Ke-4: Nabi Idris
Langit Ke-5: Nabi Harun
Langit Ke-6: Nabi Musa
Langit Ke-7: Nabi Ibrahim

lanjut ntar🙂
mau lihat data HPLC dlu…
smangat !

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: