Kopdar he malang


image

Dija main aja di kids corner

🌸 Kopdar Komunitas Home Education Malang 🌸
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰🌿
💬  Kekompakan Orang Tua Mendidik Anak
👩  Ibu Irawati Istadi
📢 Galuh Andina
✒ Neni L. Andriyani
🏠  Jl. Raya Permata Jingga II F19/4 (rumah Mba Zuraika)
📅  21 maret 2015
🕗 start : 8 am
🕛 end : 12 pm
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰🌿

❤ Home schooling wajib bagi setiap orangtua. Ibu sebagai madrasah pertama. Dicontohkan oleh ulama2 kita, sebelum mereka menuntut ilmu pada guru, mereka dididik dulu oleh orang tuanya.

❤ Siapa yg seharusnya mendidik  anak?
▪ Ayah dan bunda bersama2 mengemban kewajiban mendidik anak. ➡ QS At-Tahrim : 6
▪ Ayah bertanggung jawab langsung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ➡ termasuk di dalamnya adalah pendidikan di dalam keluarganya
▪ Ibu mempertanggungjawabkan operasional pendidikan kpd Ayah.

❤ Pendidikan Ayah kepada Anak
▪ QS Luqman : 13 ➡ Luqman kepada anaknya
▪ QS Al-Baqoroh : 132, QS Yusuf : 67 ➡ Nabi Ya’qub mendidik anak2nya ttg aqidah, Nabi Ibrahim mendidik Nabi Ismail

❤ Fakta dialog parenting dalam Al-Quran
▪ 17 dialog (berdasarkan tema) antara orang tua dg anaknya
▪ Terangkum dalam 9 surat
▪ 14 diantaranya dialog antara ayah dg anak

❤ Contoh org tua mendidik anak:
▪Rasulullah mencontohkan bagaimana mengajak Hasan ke Masjid, sampai sholatnya lama krn punggungnya dinaiki Hasan
▪ Rasulullah mendidik sendiri Fathimah mjd pribadi pemberani, tegar dan penuh kasih sayang
▪ Hakim Isa Bin Miskin memanggil 2 putrinya setelah sholat ashar utk diajari Al-Quran dan ilmu lainnya
▪ Asad bin Furat, Panglima perang mendidik sendiri anak2nya

❤ Kekompakan Figur Ayah dan Ibu
▪ Figur ayah diperlukan utk penanaman nilai pokok dan mendasar, utamanya tentang ketauhidan. Targetnya adl pemahaman anak thd visi misi kehidupan.
Ada penelitian, anak dekat dg ibu sudah biasa. Tp jika dekat dg Ayah efeknya akan bagus sekali.
Seperti Luqman td, mendidik aqidah yg merupakan poin terpenting dlm kehidupan.
▪ Figur Ibu diperlukan untuk penanaman pembiasaan dan penanaman nilai2 kebaikan secara general. Targetnya adl perealisasian visi ke dalam kehidupan keseharian.
Contoh: Ketika anak kehilangan barangnya bersamaan ketika akan pergi, anak2 malah lbh konsen mencari barangnya, ibu dan anak sama2 emosi. Arahkan anak2 utk berdzikir, memohon pertolongan kpd Allah. Sampe hal terkecil apapun hubungkan dg tauhid kpd Allah.
Bu Ira keluarganya bikin dauroh keluarga, pergi ke suatu tempat, yg memberikan materi adalah ayah.
▪ Ayah berperan dlm memberikan keteladanan peran laki2 dalam pembentukan karakter maskulin, seperti keberanian menghadapi resiko, disiplin, kematangan berpikir, dsb.
Anak ttp butuh sisi maskulin dan feminin. Proporsinya berbeda antara laki2 dan perempuan. Laki2 ttp punya sisi feminin, namun maskulinnya dominan. Perempuan sebaliknya.
Yg harus menjelaskan ttg mimpi basah adl ayah, krn mereka lebih paham (mengalami sendiri)
▪ Ibu berperan dlm memberikan keteladanan peran perempuan serta pembentukan karakter feminin seperti kesabaran, ketelatenan, ketelitian, dsb.
Anak perlu lbh dekat dg ibu dan ayahnya agar mengerti karakter dirinya dan lawan jenisnya.
▪Ibu diperlukan anak di sebagian besar waktu kehidupannya, utk memberi warna kehidupan anak scr umum dan membentuk pembiasaan.
▪ Ayah diperlukan anak scr insidentil dan monumental menekankan pada kualitas penanaman nilai
▪ Ayah wakil /agen sosial yg mempersiapkan anak untuk menghadapi kehidupan di luar rumah.
▪ Ayah memberikan disiplin yg berbeda dg ibu. Disiplin ibu cenderung melindungi, disiplin ayah adalah disiplin tantangan
▪ Anak2 lbh senang bermain dg ayah, krn ayah lbh kreatif. Seluruh tubuh ayah bs menjelma menjadi alat permainan yg menyenangkan.

❤ Akibat Perbedaan Pola Asuh
▪ Krisis kepercayaan thd ayah-bunda ➡ Ibu melarang main game, ayah membolehkan, jd anak memilih ayah, krisis kepercayaan ke ibunya.
▪ Konflik penerimaan nilai2 ➡ Anak akan berpikir, Main game kenapa sih kok dilarang? Ayah kan mengizinkan, nilai pelarangan game tidak sampai.
▪ Melanggengkan egosentrisme ➡ Anak akan mengikuti kemauannya, main game aja krn diizinkan oleh ayah.
▪ Sulit menerima aturan ➡ Krn tidak kompak, anak jd bingung mau ikut yg mana.

❤ Menyikapi Perbedaan Pola Asuh
▪ Jangan tampakkan perbedaan di depan anak, agar tidak membuat anak mengalami konflik batin.
▪ Salah satu pihak harus ikhlas utk mengalah di depan anak ➡ bunda mengalah dulu.
▪ Lakukan diskusi berkesinambungan dan pencarian sumber ilmu yg benar, hingga menemukan kata sepakat sebagai negotiable.

❤ Home Schooling Kompak
▪ sepakati konsep dan target
▪ kerjasama kompak kegiatan klasikal
▪ berbagi tugas sesuai peran dan potensi ayah bunda. Diskusikan bersama, misal ayah berkisah siroh ketika malam hari, ibu di pagi hari membuat kegiatan2 sesuai tumbuh kembang.
▪ saling menutupi kekurangan pasangan.
Misal ayah keras, ibunya lbh sabar menenangkan anak dg menutupi kekurangan ayah
▪ saling mendukung dalam kegiatan sulit.
Ketika ayah sakit, ibu yg menggantikan mengajarkan sisi maskulin pada anak. Contoh: Ayah sakit, tdk bs sholat di masjid, ibu menggantikan mengantar anak sholat di masjid.

❤ Persiapan HS
▪ Ilmu lengkap ttg home schooling.
Jangan sepotong2, jangan positifnya aja, pelajari secara lengkap.
▪ Kekompakan ayah bunda ➡ Mutlak harus dipenuhi jika ingin HS.
▪ Keterampilan mendidik anak ➡ Mutlak perlu, terutama utk anak usia dini
▪ Menyusun kurikulum masing2 anak ➡ Tiap anak kurikulumnya berbeda.
▪ Mempersiapkan sarana prasarana ➡ Seperti buku2, alat2 peraga

❤ Q n A
❔ Selama 18 tahun kami gak punya ilmu mendidik anak, sehingga tdk tau passion anak. Saya ingin membuat kurikulum utk menekankan passion anak. Mohon pencerahannya.
✅ Jangan ragu meskipun utk itu memerlukan pengorbanan yg besar.
Pertimbangan: Harus siap dg resiko yg ada. Jika full HS maka ortu harus bertanggung jawab full. Jika anak msh ingin sekolah, maka resikonya anak terbebani kurikulum sekolah yg melelahkan.
Saran: Jika anak blm mau HS maka dikasi waktu 1-2 tahun, sambil diberi pengertian agar mereka mau HS. Susun kurikulum sehari misalnya 3 jam, tingkatkan quality time dg anak, explore anak ke bidang2 passion. Ceritakan keberhasilan2 org yg HS agar anak termotivasi.

❔ Apakah anak HS akan sama dg anak sekolah formal? Dan apakah kekurangan anak HS?
✅ Intinya HS adl pendidikan berbasis rumah, yg bikin kurikulum ortu bukan pemerintah, sedangkan kurikulum pemerintah tdk mengakomodir keunikan masing2 anak.
Keunggulan HS:
Anak bs dididik sesuai passionnya dan ditambah pendidikan2 dasarnya (aqidah, akhlaq, hafalan Al-Quran). Tdk harus ikut kurikulum pemerintah yg mubadzir. Anak HS dr kecil sdh lbh cepat di bidangnya. Ketika ortu sdh tau passion anak, maka lbh fokus mengoptimalkan.  Ilmu umum tdk perlu didalami krn mereka gak suka.
Kekurangan:
1. Tdk ada ijazah, namun skrg HS sdh banyak diakui dg adanya paket. Utk ujian paket, bs dg bimbel. Ijazah paket justru lbh diterima di luar negeri.
2. Masalah kompetisi
3. Disiplin bs kendor jika tdk diatasi.

❔ Bagaimana mencari guru yg sesuai, misal passionnya adl agama?
✅ Blm bs memberi referensi ulama, tapi jika kita berserah diri dan berusaha semaksimal mungkin mencari, Allah akan memberi jalan.

❔ Perlukah dibuatkan jadwal dalam HS
✅ Perlu, tapi sejauh mana jadwal itu berjalan tergantung tipe masing2 keluarga. Jadwal berguna sbg pedoman manajemen waktu dan manajemen diri.

❔ Apakah HS bs dilakukan bunda yg bekerja di luar
✅ Memang sulit, tp ada yg bs namun tdk optimal. HS dilakukan oleh mereka yg siap, yg bersedia mengorbankan waktu dan perhatian penuh.

❔ sampe usia berapa anak dididik HS
✅ Tidak terbatas, tp krn pengetahuan ortu terbatas, utk bidang2 tertentu tdk bs HS murni. Misal: Anak HS yg minat ke dunia kesehatan sedangkan ortu bukan dokter, nanti ketika sdh dapat paket C masuk ke PT bagian kesehatan. Krn di Indonesia jg ada pakem ijazah, tdk bs HS murni.

❔ Apakah ada masa anak HS bosan thd apa yg dia pelajari?
✅ Saya blm menemukan hal itu, kl HS-nya benar. Krn anak yg belajar sesuai passion maka dia akan semangat dari hari ke hari. Ada masanya bosan, capek tp cm sebentar. Tingkat kebosanan anak di sekolah formal sangat tinggi. Banyak anak stress di sekolah, pelajaran, ujian. Apakah kemudian HS itu pelarian krn anak tdk mau tes? Tidak. Dalam pendidikan Islam utk tau prestasi seseorang bukan melalui tes, tp melalui karya. Ex: Imam syafi’i dikenal melalui karya2nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: