Sekolah ibu (part 1)


Sekolah ibu pertemuan pertama..Pertemuan pertama diawali materi dari ustadzah maya..Setelah beliau member muqaddimah tentang sekolah ibu, beliau melanjutkan dengn materi tentang tarbiyah anak (iman dan ibadah)..Awalnya beliau bercerita tentang Nabi Yusuf dan Zulaikha..Ketika Zulaikha menggoda nabi Yusuf, saat itu mereka berdua sama-sama tergoda..Tetapi apa yang membuat perzinaan itu tidak terjadi ?Nabi Yusuf teringat tentang orang tuanya…Setiap anak yang akan berbuat maksiat pasti yang dibayangkan pertama adalah wajah ortunya..Pernyataan ini iya banget deh,, hihihiDulu sewaktu masih jaman jahil aku juga selalu terbayang wajah bapak saat sholat dhuha sedang mendoakanku,,terbayang wajah ibu yang sedang qiyamullail melantunkan doa untukku..maafkan anakmu ya pak, bu…Semoga bapak ibu tidak terpercik api neraka akibat dosa-dosa yang sudah kuperbuataamiin,,Ustadzah maya melanjutkan cerita tentang 3 orang yang sedang membangun masjid..Ada yang bertanya kepada mereka, “apa yang sedang kalian lakukan?”lelaki pertama menjawab “saya sedang menata batu bata”lelaki kedua menjawab “saya sedang membangun masjid”lelaki ketiga menjawab “saya sedang membangun pusat peradaban”masyaallah, kegiatan yang sama namun Allah catat mereka dengan amalan yang berbeda..betapa kuatnya nilai sebuah NIAT…Ustadzah maya menganalogikan dengan percakapan dengan seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya..Ada yang bertanya kepada mereka, “apa yang sedang ibu lakukan?”ibu pertama menjawab “saya sedang menyuapi anak saya dengan makanan”ibu kedua menjawab “saya sedang mempersiapkan tubuh seorang shaleh, shaleha”
Ibu ketiga menjawab “saya sedang mempersiapkan tubuh seorang khalifah/ pemimpin masa depan”Masyaallah..Semoga kita semua bisa meluruskan niat untuk mendidik anak-anak kita menjadi yang terbaik di agamanya.. aamiin..

–Tarbiyah anak– (iman dan ibadah)Cukuplah menjadi seorang pendosa apabila kita menyia-nyiakan sesuatu, yaitu menyia-nyiakan hati, akal pikiran, akhlak anak-anak kita. Membiarkan mereka menjadi jasad yang tidak berguna, yang tidak sangggup membawa akidah dan memikul tujuan hidup yang agung.Meninggalkan menit-menit perkembangan mereka berlalu tanpa penambahan iman kepada Allah..Selalu tekankan berulang-ulang hingga menancap di otak dan hati anak kita bahwa tujuan penciptaan kita (manusia) hanyalah untuk beribadah Allah..sehingga dari sini anak-anak mampu untuk selalu meluruskan niat apapun hanya untuk Allah.
Arti pendidikan Ibadah
Anak menjadi paham tentang:- Tujuan dan hakikat luhur- Ketundukan, kepatuhan kepada manhaj jalanNya yang lurus
Urgensi pendidikan anak
“Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu”
Anak mau mempelajari hukum ibadahAnak terbiasa melaksanakan dan menegakkan ibadah
*taat kepada Allah
*melaksanakan hak Allah (disembah, no syirik)
*berpegang teguh pada Allah*bersyukur, bersandar diri, dan berserah diri hanya kepada Allah
Paling penting adalah dengan TELADAN !!!!

Tahapan pendidikan iman dan ibadah
Usia tamyiz
Dimulai sejak umur 7 tahun
Mengajak anak untuk merenungi dan memikirkan penciptaan langit dan bumi, bagaimana?merenungi dan berpikir dari yang dapat di indera berlanjut kepada yang lebih rasional merenungi dan berpikir dari yang sedikit, potongan berlanjut kepada yang menyeluruhmerenungi dan berpikir dari yang sederhana berlanjut kepada yang kompleks

Umur 10 tahun
Anak-anak di umur ini mulai dikenalkan dengan adanya hukuman dan larangan
Anak-anak digugah hatinya terhadap kekuasaan Allah (khusyu’ dalam sholat, bergetar hatinya ketika mengaji)

Baligh
Anak-anak diumur ini ditanamkan KEIKHLASAN hanya kepada Allah (no PAMRIH)karena salah satu diterimanya amal ibadah adalah karena keikhlasan*Allah tidak akan menerima amal hambanya kecuali ditujukan hanya mengharap ridho Allah*Mendidik anak gemar introspeksi diri terhadap hal negative dan pikiran yang menyimpang*Mendidik anak untuk selalu berkeinginan baik

Sebagai penutup Ibn Qayyim pernah berkata, tidak akan suatu dosa dapat tertebus kecuali saat kita berlelah-lelah mendidik anak

Mari kita doakan anak kita sebagaimana nabi Ibrahim mendoakan anaknya..(di tengah gurun pasir yang tandus tidak ada apapun disana, nabi Ibrahim tidak berdoa tentang makanan dan lainnya, mari simak doanya)Ya Rabb jadikan anak-anakku menjadi orang yang selalu menegakkan sholatYa Rabb jadikan anak-anakku diterima di masyarakatYa Rabb berikanlah anak-anakku rezeki agar mereka mampu bersyukur
aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: